Tuesday, February 28, 2012

Welcome C(r)apital City


It's been long time I don't write here. Today, is not the end of the month yet, as it's a leap year (kalo ga mudeng, bc: tahun kabisat) so we have 29 days in February. Hmm..actually, i'm not gonna talk about the Leap Year, but the month, instead.

060212, I start living in Jakarta, to start being a new postgrad student, and living in a boarding house~~for the first time~ as well. In fact, I already wished for it years ago, when I took the enrollment test in Jogjakarta. I unfortunately failed, thus I studied in Semarang State University.


Here, I live in a boarding house near the campus, about 10 minutes walk. Quite far, I count it as a daily sport, though..


070212, I met my new friends. New colleagues as we will be fighting altogether to finally react our master degree. Kristo, Della, Vika, Mesta (Jefe), M, Fajar, Ika, Asti, and mas Riza.. Well, ten persons, with me included, are a big class though. Wish that we could complete our study smoothly, on the right time..

Eating at Restaurant Korea-UI Lib, Depok

Some of European Studies Students-Postgrad Program 2011-2


Aamiin ya robbal 'alamiin.. :)

Sunday, January 22, 2012

a real partnership


a true partner won't be stopped distances..
they should have a sense of belonging each others..
they should have the same vision..
they should respect to each others..
they should bring the future together..
even though, they're separated..

a true partner, will always come along with
in good or bad situation..
in the up and down sides..

a true partner,,
so grateful, up until now
that I have a chance to be with..
those who have taught me loads..

alhamdulillahirobbil 'alamin.. :)

Saturday, January 7, 2012

Standar Takaran Memasak

Untuk Anda yang senang memasak dan ternyata timbangan Anda sedang rusak, atau tidak memiliki alat penakar bahan, maka informasi ini sangat bermanfaat.

Takaran Tepung dan Margarine

Terigu 1 gelas = 135 gram. 1 sendok makan = 10 gram.

Tepung beras 1 gelas = 160 gram. 1 sendok makan = 15 gram.

Tepung kanji 1 gelas = 140 gram. 1 sendok makan = 10 gram.

Maizena 1 gelas = 120 gram. 1 sendok makan = 10 gram.

Gula pasir 1 gelas = 220 gram. 1 sendok makan = 15 gram.

Margarine 1 gelas = 210 gram. 1 sendok makan = 20 gram.

Takaran Isi


1 sendok teh standard = 1 sendok obat = 5 ml.

1 sendok makan standard = 20 ml.

1 sendok teh biasa = 4 ml.

1 gelas = 250 ml.

1 sendok makan standard = 1 sendok makan biasa munjung.

Monday, January 2, 2012

Hujan ini Menjatuhkan Rasa

Tuhan ajarkan hamba kesabaran,kesabaran untuk menanti....
Tuhan ajarkan hamba sederhana,dalam perilaku dan tutur kata...
Tuhan ajarkan hamba kesetiaaan,dalam menjaga kesuciaan hingga di halalkan..
Tuhan ajarakan hamba lebih teliti,belajar menulis dan membaca dlm hati...
Tuhan ajarkan hamba bertahan dalam suka dan duka dlm pilihan hidup...
Ijinkan hamba meminta seseorang yg selalu mendukung hamba dan doanya selalu menyertai dalam langkah hamba..."_"....( Notes : Cibubur, night 19.00)



*Puisi salah seorang teman dari Forum Indonesia Muda, Etha Farida

Thursday, December 29, 2011

Wish You Were Here

indeed, you were right..i have so much to say, but you are so far away... :(





it's winter..
hope your heart is not frosting as the snow.. :)

Mars vs Venus

I would say that somehow, Mars and Venus speak in different languages.
I would say that most of the time, Mars and Venus didn't catch the same goal of discussion, particularly in heart-to-heart topic.
I would say that Mars and Venus have different sensibility of feeling all of the time...

I wonder how I should tell you..
I wonder how I could convey my message to you..
I wonder how I could ask for your understanding, once in a while..
I wonder how I could ask to change into We, instead of I and You..

Somehow, when words are not good enough to express feeling, smile or even tears will say million ways.. However, I still wonder whether you could see the smile, even tears coming from my face..

Mars and Venus have distinct expression..
Mars prefer being deliberate, even though none knows if it's a truth or lie..
while..
Venus would rather say in disguise and symbol, as they wish that Mars will show their effort to reveal the mask, know the truth inside..

Hey Mars, will you see this through??


29122011-01.55
Venus

Tuesday, December 27, 2011

Era Digital, YUK SADAR MEDIA...! (part 2)

Era digital dan era demokrasi Indonesia mendorong produsen untuk semakin leluasa menayangkan beragam acaranya. Sebagai konsumen, masyarakat harus cerdas dan mampu memilih informasi apa yang dibutuhkan. Dengan adanya era digital tersebut, maka media akan mendorong terjadinya banjir informasi dalam masyarakat. Kurangnya respon positif masyarakat terhadap adanya sensor, pembatasan, dapat berakibat pembredilan informasi yang hanya bersifat konsumtif, menyesatkan dan untuk kepentingan sesaat. KPI mempersilakan konsumen media untuk segera lapor jika ditemukan pelanggaran kode etik penyiaran. Melalui Literasi Media, KPI berharap adanya kerjasama dari masyarakat untuk menangkal dampak negatif era digital.

Berdasarkan konferensi tahun 1992 oleh Aspen’s Institute National Leadership, Literasi Media adalah kemampuan masyarakat dalam mengakses, menganalisis, dan memproduksi informasi untuk tujuan tertentu. Literasi Media diharapkan mampu mendorong masyarakat berpikir kritis dan bijak dalam menerima dan memanfaatkan informasi yang membanjiri media. Masyarakat pun diharapkan bisa menjadi cerdas dalam memilih tayangan media yang patut ditonton. Dengan adanya kemudahan akses mendapatkan berbagai macam informasi di kemudian hari, maka efek negatif media dengan mudah pula mempengaruhi masyarakat. Tanpa Literasi Media, penonton akan terpaku pasif terhadap beragam acara televisi yang ditawarkan, hingga mereka pun melupakan aktivitas lain selain menonton televisi.

Survey AGB Nielsen menyatakan bahwa 68, 9% anak-anak Indonesia menonton televisi selama 4-6 jam setiap harinya. Sedangkan saat libur, sebanyak 35,2% anak menonton televisi 4-6 jam sehari. Hal ini menunjukkan bahwa banjir informasi yang datang, baru dari televisi, dapat mengubah gaya hidup aktif sehari-hari menjadi pasif. Teringat pepatah lama “what we eat is what we are”, apa yang kita lihat, dengar, dan baca mencerminkan diri kita. Dampak banjir informasi oleh media dapat menjadi celah untuk mencuci otak penontonnya, hingga akhirnya mereka rancu pada kenyataan dan cerita pada tayangan-tayangan televisi dan sinetron yang ada.

Meminjam konsep Literasi Media dari James Potter (2008), ada tiga aspek yang harus dibangun. Aspek-aspek tersebut adalah pandangan personal, struktur pengetahuan, dan kemampuan individu. Pandangan personal yang dimaksud adalah sasaran hidup dan dorongan internal individu untuk menentukan media mana yang sesuai dengan kebutuhan kita. Setelah mengetahui sasaran hidup tiap individu, maka secara otomatis kita akan terdorong untuk mengontrol dan menyeleksi informasi yang masuk. Selain itu, setiap individu harus memiliki struktur pengetahuan untuk literasi media; meliputi efek media, isi media, industri media, dunia nyata dan diri sendiri. Struktur pengetahuan tersebut menjadi bekal untuk tiap individu dalam menyeleksi media informasi. Yang tak kalah penting adalah kemampuan individu yang meliputi kemampuan analisis, evaluasi, mengelompokkan, menyimpulkan, generalisasi, sintesis dan deskripsi. Tidak setiap individu memiliki keahlian tersebut, namun jika masyarakat memulai sejak dini untuk kritis terhadap media, maka proses seleksi informasi media yang diterima akan dimulai secara otomatis.

Selain itu, dengan adanya literasi media, diharapkan mampu menumpulkan http://www.blogger.com/img/blank.gifefek-efek negatifnya khususnya untuk anak-anak, mendidik khalayak terkait kebiasaan menonton televisi, dan menyadarkan dampak-dampak media serta membangun kerangka analisis ekonomi, politik, sosial, budaya dan ideologi terkait media. Karena itu, gerakan literasi media harus dimulai sejak dini. Dimulai dari lingkup kecil dengan dasar yang kuat, misal mencanangkan diet menonton televisi di keluarga, maka kesadaran untuk menyeleksi konten media yang diterima akan menyebar ke lingkup lebih luas.


Tulisan ini saya buat agar dimuat di media massa, untuk menunjang Gerakan Sadar Media. Sayangnya salah satu media berpendapat kalau mereka kesulitan mencari kolom untuk memuat. Tulisan ini jg dibuat berseri (part 1 & 2) agar tidak terlalu panjang. Hope you enjoy it... :)