Saturday, March 9, 2013

ASEAN-Korea Festival 2013


I am not a person who is fond of K-pop. Many people, even some of my friends trying to insist me that K-Pop rocks!! But, IMHO, they just have the same face, both among the girls or the boys. Sometimes, I just couldn't even differentiate which one is the boy, and which one is the girl. Sorry, no offense. :)

But, one day I got an invitation from my friend, which is really maniac of K-pop. During her life until now as high-school graduated, all she knows is only about Korea, she didn't even recognise who J.K. Rowling is. Well, I gotta thank her that she gave me the invitation to an ASEAN-Korea Festival 2013. First I doubted that I might get "roaming" as I don't know anything bout K-Pop. But she told me that it is not only about K-Pop but the Korean traditional culture.

And, viola! I attended the event, last night at Balai Kartini. The invitation said that it will start at 7 p.m. I thought I might be late since the traffic was so crowded, and jammed everywhere. I just took the ojek to Balai Kartini at 7 p.m. but luckily the event have not started yet. It just started at 8 p.m. I do not want to argue about the culture, it will be in another post.


This event was co-hosted by the ASEAN-Korea Centre in Indonesia and later, Brunei Darussalam. It is held in order to increase trade, accelerate investment flow, invigorate tourism and enrich cultural exchanges between ASEAN and Korea. It is clear that ASEAN has a very important role in global interaction. Korea tries to grabbed the attention from ASEAN, particularly Indonesia by creating this opportunity. Indeed, the event comprised of the cultural show. They even taught the audience how to sing Arirang properly.

As Indonesia now has a quite big economic growth rate, many countries saw a big opportunity for them to increase the trades. It could start from the cultural exchanges, scholarship, any foreign aids, etc. One of the soft diplomatic way in international relations. Why Indonesia? It is because of a very high Indonesian concern of K-Pop. As we know that K-pop fever has already spread through Indonesian youth, by its drama, music or reality show. Then, as it was expected, many audiences attended the show. This was a formal event actually, there were some diplomats and functionaries, many youths, and surprisingly kids. Yep, I guess they have just played a great start for any subsequent diplomatic reasons.


Sunday, February 10, 2013

Soegija: Kepemimpinan, Kemanusiaan (tidak hanya) ada dalam Sejarah

Bulan Juni 2012, saya sudah diberi kabar dari dosen saya tentang premier film karya sutradara kenamaan Garin Nugroho, Soegija. Bahkan beliau mengajak mahasiswanya untuk menghadiri undangan premier launching bersamanya. Sayangnya, saya tidak bisa ikut menghadiri karena ada acara lain, dan baru bisa menonton film tersebut hari ini, setelah lebih dari 7 bulan premier launching.


Setelah disuguhi tontonan apik ini, saya merasa puas. Dari segi teknis perfilman mungkin saya tidak terlalu paham. Akan tetapi dari segi konten dan originalitas, Garin Nugroho memang patut diacungi jempol. Akhir-akhir ini industri perfilman Indonesia kembali bangkit dengan menelurkan karya-karya yang sarat makna. Dengan mengambil sudut pandang media lain, yaitu subjek tokoh pahlawan beragama katholik, Soegijapranata, film ini pun menyampaikan makna yang sangat mendalam.

1. Kepemimpinan
Dalam pesan-pesan yang tersampaikan langsung oleh tokoh utama, Sogija, maupun obrolan rakyat yang sedang mengalami masa perjuangan kemerdekaan, film ini jelas mengajarkan pada kita bagaimana pemimpin yang seharusnya. Akhir-akhir ini bangsa Indonesia sedang diuji dengan berbagai persoalan mental kepemimpinan yang melibatkan berbagai tokoh nasional. Karena itu, film ini sangat cocok ditonton sebagai reminder bahwa bangsa Indonesia tidak terbentuk dengan mudah. Bangsa Indonesia berdiri dengan perjuangan tumpah darah para pejuang yang gigih melawan para penjajah. Film ini mengingatkan bahwa para pemimpin itu seharusnya mengayomi, melindungi, dan mendahulukan rakyatnya. Bukannya pemimpin yang memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan sendiri.

Bahkan, ada adegan yang sangat menohok, ketika ada seorang pemuda yang buta huruf, melarang seorang anak (ketika sedang belajar bersama) yang membantu para pejuang untuk menggalang dana untuk berperang. Pemuda itu dengan lantang menyerukan bahwa tidak pantas, berperang dengan pembiayaan dari uang rakyat. Walaupun, perjuangan itu juga untuk kebaikan rakyat dan mereka dengan sukarela memberikan. 

2. Kemanusiaan
Jelas sekali film ini menonjolkan pesan kemanusiaan. Manusia akan benar-benar hidup jika mereka saling berbagi, mengasihi, dan menghargai perbedaan. Kasih sayang telah tertanam dalam diri manusia, tidak peduli mereka berasal dari suku, bangsa, ras, agama atau tingkat sosial manapun. Bahkan seorang tokoh dalam film tersebut bernama Robert, komandan pasukan Belanda, yang selalu mengelu-elukan bahwa dia adalah mesin perang yang terhebat, TIDAK AKAN LEPAS dari rasa kemanusiaan. Sifat welas asih yang ditunjukkan oleh Soegija, seorang Uskup Agung, kepada semua umatnya maupun masyarakat sekitar dilakukan tanpa memandang status.
Pesan ini, tidak hanya ditujukan untuk umat Kristiani, melainkan siapa saja yang menonton film ini.

3. Feminisme
Satu lagi yang menarik dari film ini adalah penonjolan tokoh Mariyem yang sangat kuat. Mariyem dengan segala kemampuan yang dimiliki berusaha melindungi, merawat para korban peperangan. Mariyem yang memiliki ketangguhan jati diri sebagai wanita, tidak gentar ketika dia harus menghadapi para pasukan Belanda. Dalam film ini juga ditunjukkan beberapa tentara pejuang wanita, yang notabene pada masa itu, peran wanita selalu dinomorduakan. 
Pada masa itu, hanya sedikit pahlawan wanita yang kita kenal. Walaupun sedikit janggal dengan kenyataan pada masa itu, Garin Nugroho ingin menunjukkan bahwa wanita juga mampu berjuang untuk kemerdekaan, hingga kini tiba saatnya mengisi kemerdekaan yang telah diraih. 

Beberapa adegan dalam film ini menunjukkan tindak kekerasan yang cukup mencolok. Walaupun itu menunjukkan betapa kerasnya perjuangan bangsa Indonesia ketika melawan penjajah yang kejam. Namun, jika Anda menginginkan anak-anak mendapatkan pesan baik dari film ini, dampingilah mereka.

Saya mendengar beberapa rumor bahwa film ini sempat ditarik peredarannya karena dianggap sebagai propaganda Katholik. Mungkin pemilihan ide tokoh pahlawan Nasioanl dari agama Katholik yang menimbulkan pemikiran tersebut. Dari sumber yang terpercaya menyebutkan bahwa film ini sudah memenuhi biaya produksi bahkan sebelum film ini dilaunching. Hal ini disebabkan karena selain memiliki nilai-nilai moral yang bagus, film ini juga melakukan penggalangan dana sebelum dimulai pembuatannya. Film ini memang menghabiskan biaya produksi yang cukup besar hingga 12 M dengan melibatkan pemain dan setting lokasi yang kompleks. Akan tetapi, film yang berlatar belakang pada jaman penjajahan Belanda-Jepang ini diclaim memiliki keuntungan besar. Kemudian sebagian keuntungan disumbangkan untuk beberapa yayasan katholik yang ada di Indonesia.

Jika memang begitu adanya, bisa saja ini merupakan strategi sang produser untuk mendapat keuntungan produksi. Namun, jika kita hanya dibiarkan berpikiran sempit bahwa ini merupakan salah satu propaganda Katholik, tanpa melihat nilai-nilai moral lain, maka kita sebagai penonton harus bisa bersikap bijak dan membuka sedikit cakrawala dengan sudut pandang lain.


Thursday, January 17, 2013

"Ketika Seorang Wanita Menangis"

Jika seorang wanita menangis dihadapanmu,
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.
Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.


Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya….
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Dia akan menurunkan rasa egoisnya.
Lelaki, jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.


Lelaki,, 

jika seorang wanita menangis karenamu.
Tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karnamu,
Lihatlah matanya….
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?
Pikirkan….
Wanita mana lagikah yang akan menangis
dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu……
Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia
menginginkan simpati atau rasa kasihan
Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.

Lelaki,,
Pikirkanlah tentang hal itu
Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.
Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah
kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya….
Pertimbangkanlah
Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk bilang
‘MAAF’!!


...quoted from a status of a friend of mine...

Saturday, December 22, 2012

Refleksi Diri


Seorang anak sedang berjalan di sebuah negeri yang telah dikenalnya sejak lahir. Konon, negeri itu sangat indah, kaya akan kekayaan alam hingga tak perlu lagi penduduknya berpikir susah untuk mencari makan. Bahkan dulu, negeri tersebut menjadi wilayah perebutan bangsa2 lain di luar sana. Namun, karena kekuatan perjuangan PEMIMPIN dan RAKYATnya kala itu, mereka berhasil merebut kembali negeri nan indah dan kaya itu. Bahkan, negeri tersebut sangat disegani, berhasil menjadi pelopor, penjaga perdamaian regionalnya, pada masa kejayaannya. Setelah lebih dari separuh abad, seharusnya kematangan dan kedewasaan yang didapat.

Seiring berjalannya usia, sang anak mulai bisa melihat dunia lain di luar sana, dan menyadari bahwa banyak negeri-negeri lain yang jauh lebih terkoyak-koyak dan terinjak-injak oleh ketidak adilan krn invasi bangsa lain, namun kini telah bangkit, dan menunjukkan rupanya di dunia luar.

Seiring berjalannya usia dan tanpa adanya pengaruh paham-paham keras dan memaksa, seharusnya negeri itu berkembang dengan pesat. Tapi apa daya, ternyata usia hanyalah usia, kedewasaan dan ketamakan menggerogoti kekayaan negeri ini. Tanpa adanya kesadaran untuk kerja keras dan kedewasaan untuk kepentingan bersama, kekayaan itu hanya akan dimanfaatkan oleh bangsa-bangsa lain yang jauh lebih dulu sadar. Jadi, apakah roda sejarah akan kembali berputar?

Apakah harus menunggu keajaiban pemimpin dr masa lalu kembali muncul? atau apakah memang manusia-manusia yang tinggal di atas tanah itu tidak pantas diberi amanah untuk menjaga negeri yang konon indah dan kaya itu?


Di sisi lain, anak pun harus berkaca, apa yang telah kau lakukan untuk tanah airmu..??

#edisigalauhubunganinternasional


Kamis, 20 Dec'12

--Anak--

Sunday, October 14, 2012

Selamanya Cinta

I am always melted listening to this song...

Dikala hati resah
Seribu ragu datang memaksaku
Rindu semakin menyerang
Kalaulah ku dapat membaca pikiranmu
Dengan sayap pengharapanku ingin terbang jauh

Biar awanpun gelisah
Daun daun jatuh berguguran
Namun cintamu kasih terbit laksana bintang
Yang bersinar cerah menerangi jiwaku

Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Selamanya selamanya...
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/d/dcinnamons/selamanya_cinta.html ]
Biar awanpun gelisah
Daun daun jatuh berguguran
Namun cintamu kasih terbit laksana bintang
Yang bersinar cerah menerangi jiwaku

Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Rasa cinta yang tulus dari dasar lubuk hatiku Oh...

Tuhan jalinkanlah cinta
Bersama selamanya...

Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Selamanya selamanya...


More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/d/dcinnamons/#share

You might want to listen to the song as well..

Selamanya Cinta - D'Cinnamons

8395 days of life

Unlike friend, boyfriend, or girlfriend, family has no end!
They will protect you whenever, however, and in whatsoever situation..
They will create an atmosphere with love and warmth..
They will find and pull you up whenever you feel down and worthless..
They will ask you many things, but later give you a bright side,
that you will eventually find a silver lining in every cloud..

Family,,
will keep me on the tracks, that I am not struggling for my self, but
I have my precious ones, my brotherhood, my nation and nationality
to see and enjoy my victory in the end..
It is not about a bid or a race but a game of life..
It is not about how to treat our own selves as the only one who should enjoy the living..

That they will support..
That they will rely on their part of future..
That they would like to see us secured..

I love you all, my precious ones..
Regards,

~~the birthday girl~~





Friday, October 12, 2012

AEC: Governments Integrations or Community Integration




The target agenda of ASEAN Economy Community (AEC) 2015 is getting closer to be accomplished. AEC envisions some key characteristics: (1) a single market and productions base, (2) a highly competitive economic region, (3) a region of equitable economic development, and (4) a region fully integrated into the global economy. These have been adopted since 2007, at the 13th ASEAN Summit in Singapore.

All leaders of ASEAN member countries is committed to build the regional integration in order to face the more challenging global economy competition. As a matter of fact that the United States and some Eurozone members are now facing the economy crisis due to their economy control failure, AEC may be a substantial option to empower its regional potential power. In accordance with European Union, a strong regional integration we have known, the AEC areas of cooperation include human resources development and capacity building; recognition of professional qualifications; closer consultation on macroeconomic and financial policies; trade financing measures; enhanced infrastructure and communications connectivity; development of electronic transactions through e-ASEAN; integrating industries across the region to promote regional sourcing; and enhancing private sector involvement for the building of the AEC. In short, AEC will also recognise the free movement of goods, services, investment, skilled labour, and free flow of capital.

With those target agenda, AEC, however, should not only become a commitment among the leader of each member country. In the future, it is the citizens of each country who will run and also get the impacts of AEC goals.  As the target completion is getting closer, social promotion of this project is ultimately needed. Not only the governments but every citizen; the rich or the poor, the elder or youths, men or women must get the advantage of this great vision.